Jumat, 08 November 2013

Quotes of the Day

                  

                   
                               



Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim)

Secercah Harapan



Suka,duka. Pena yang telah menggores setiap lembar kisah hariku.
Aku..seorang pemimpi.Pemimpi besar. Namun, aku tak tahu cara merealisasikan mimpi tersebut.Kegagalan yang pernah menyinggahiku, agaknya telah menggerogoti kePDanku, membuatku merasa tanganku begitu pendek demi menggapai sebuah asa.
Aku sadar,sadar sesadar-sadarnya, AKU HARUS BANGKIT !!
Namun, hati ini terkadang masih saja sedih, tak rela, dan seonggok sikap negatif lainnya hadir kala aku mengenang mimpiku yang sudah ku planning sedari kecil.
Ketika masih SD saja, aku sudah merancang dimana aku akan memperoleh pendidikan nantinya, dimana aku akan berkuliah, dan lain sebagainya.
          Dulu, aku merasa begitu bersemangat dengan yang namanya sekolah. Aku merasa bisa mejadi orang besar kelak. Yah, memang sebuah pemikiran dari seorang anak . Tak semudah itu tentunya.

Kamis, 07 November 2013

LARANGAN POLITIK DINASTI dalam SISTEM DEMOKRASI di INDONESIA



Dewasa ini, kasus politik dinasti sedang mencuat ke permukaan. Topik ini menjadi hangat diperbincangkan semenjak tertangkapnya adik gubernur Banten  Ratu Atut Choisyiah , yakni Tubagus Chairi Wardana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, dalam dugaan suap sengketa Pilkada Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK). Ditambah, ditemukannya sejumlah kerabat Ratu Atut  yang menjadi pejabat di Banten, termasuk anak dan istrinya yang merupakan anggota dewan.
Politik dinasti di Indonesia belum menjadi suatu hal yang meluas seperti halnya Philiphina,namun bukan tidak mungkin jika tidak disikapi sedini mungkin akan mewarnai corak perpolitikan Indonesia. Ditilik dari Undang-undang ,memang belum ditemukan adanya larangan mengenai politik dinasti. Politisi Partai Keadilan Sejahtera Achmad Rilyadi berpendapat bahwa politik dinasti sah-sah saja, selama memenuhi dua syarat, yakni posisi politik didapatkan melalui pilihan rakyat dan proses pemilihan tersebut berlangsung dengan jujur dan fair.