assalamualaikum..haaai semuanyaa
udah lama ngak posting ya,
ini nih karya aku satu tahun lalu,
berkisah tentang seorang anak yang galau buat berkerudung..
pdhal kan, menutup aurat itu wajib
hukumnya buat seorang muslimah.
dalilnya :
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
وَيَحْفَظْنَفُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَلْيَضْرِبْنَبِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ
أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ
بَنِيإِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا
مَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ
الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِالَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ
وَلا يَضْرِبْنَبِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ
وَتُوبُوا إِلَىاللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
(٣١)
" Katakanlah kepada
wanitayang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,
danjanganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan
janganlahMenampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah
mereka, atauayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera
suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara
lelakimereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita
Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang
tidakmempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
mengertitentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar
diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
dan ini dia sebuah karya yang
sangat sederhana, namun semoga bermanfaat yaa :)
PERJALANANKU
Hujan deras mengguyur Bumi.Gemericik air membuyarkan lamunanku. Kala aku menyeruput
teh, pikiranku masih saja melayang. Gelisah menggelayuti hatiku. Nina,
sahabatku, memutuskan untuk menutup auratnya, secara “kaffah”, katanya. Aku tak
begitu mengerti apa maksud ucapannya itu.
Semua yang telah kami rencanakan, seolah hancur menjadi
debu.
Aku tahu, tak ada
yang salah dengan jilbab, “identitas seorang muslimah” petuah ustadz-ustadz di
surau. Aku sendiri,bukanlah anak yang tak tahu agama sama sekali.Aku tidak
pernah meninggalkan shalat, sekalipun. Hanya saja, aku belum mengenakan jilbab.
Karena aku merasa belum siap untuk meninggalkan dunia fashion yang sangat aku
cintai.
Dulu, aku dan Nina telah mencanangkan
ikrar kami, akan selalu bersama, meggeluti dunia fashion yang sangat kami
gandrungi. Prestasi kami semakin harum setelah 2 tahun menggeluti bidang ini.
Aku dan Nina adalah model paling favorit yang selalu kebanjiran job.
Pundi-pundi uang tak hentinya hadir disetiap langkah kami. Aku dan Nina punya
idealisme yang sama, biarlah melenggak lenggok dan bergaya sedikit mengumbar
aurat diatas catwalk, asal kami tetap shalat. Yang penting shalat tak pernah
terlupakan.